Seekor Sapi yang ditukar dengan Bibit Kombucha
Derap Kebesaran Kombucha
Popularitas Kombucha yang semakin meningkat
Translated by Nurtjahjo Surjosuparto, Bogor, Indonesia, Jl. Perintis Kemerdekaan no. 38.
E-mail: nsurjo@yahoo.com. I wish to express my sincerest thanks to Mr. Nurtjahjo Surjosuparto for translating this guide.

Penggunaan jamur Teh Kombucha, meskipun
berasal dari Timur Jauh, namun masuk ke Rusia beberapa waktu yang lalu. Pada
saat Perang Dunia I, penggunaan Kombucha melebar kearah barat.
Pada saat PD-I telah didapatkan laporan
dari Polandia mengenai Kombucha. Waldeck (1927) melaporkan bahwa pada saat
berlangsungnya perang tersebut, seorang penjual obat Polandia yang
mempersiapkan suatu minuman sebagai "pelancar keperluan buang air besar"
(laxative) – yang tersebar secara terbatas dikalangan tertentu saja dan disebut
sebagai "Jamur Ajaib", "Jamur Volga" atau "Jamur Teh-Kvas". Selanjutnya maka
dikutipkan dari laporannya yang sangat menggembirakan adalah :
"Adalah pada masa Perang Dunia pada tahun
1915. Saat itu saya sedang duduk disuatu sudut dalam sebuah rumah obat di
bagian Polandia yang saat dikuasai Rusia. Sejak saya dijangkiti sembelit yang
merongrong, yang disebabkan oleh kesalahan dari Kepala Pembagian Ransum
makanan, saya mencari tuan rumah (dia bisa berbicara bahasa Jerman dengan baik,
namun lebih cenderung pendiam) dan memintanya untuk membuatkan minyak Rhizinus,
yang mana untuk itu akan saya bayar. Ahli obat tersebut menjawab bahwa dia
tidak lagi mempunyai sedikitpun sisa obat tersebut, sebab semuanya telah
diminta oleh penguasa militer untuk keperluan pasukannya. Ketika saya
memintanya untuk mencarikan pencahar yang berreaksi lembut dan tidak
membahayakan. Maka diapun memperhatikan saya dengan tajam serta menilai
kesungguhan saya untuk sejenak.
Kemudian dia berbisik pelan kepada saya, apakah saya mau menyediakan
teh, gula dan cognac atau rum, yang akan dipakainya sebagai bahan pembuat "Obat
Ajaib". Penuh dengan keinginan tahu, cepat2 saya ambilkan bahan2
tersebut dari bungkusan ransum lapangan saya.
Ahli obat tersebut mengambil segelas cognac
dari botol saya, kemudian teh serta gula, masing2 sesendok makan
penuh; semua dimasukkannya kedalam poci teh yang kelihatan kotor, darimana
dituangkannya minuman untuk saya segelas penuh. Dia kemudian memperhatikan
keraguan saya untuk minum, dan dituangkan untuknya sendiri lalu dengan lahap
meminum isinya yang cokelat keruh.
Dengan penuh keheranan saya bertanya
mengenai minuman tersebut, yang dijawabnya sebagai "Jamur Ajaib". Ketika saya
bertanya mengenai jamur yang luar biasa itu, maka dijawabnya dengan ketus, "Ini
adalah suatu Rahasia!". Kemudian disuruhnya saya untuk meminumnya setengah
cangkir setiap pagi dan sore.
Sewaktu kembali ke kamar saya, maka saya
minum sedikit jamur ajaib tersebut. Baunya yang seperti anggur beralkohol dan
rasanya yang asam kurang menyenangkan selera saya. Saya akan bisa meminumnya dengan
rasa suka, seandainya minuman tersebut ujudnya tidak keruh, dan pula karena ada
peringatan harian melalui surat2
pengumuman, yang mengharuskan kita ber-hati2 terhadap serangan
kolera dan dysentri yang sedang berkecamuk,
namun saya tetap meminumnya dengan taat sebanyak setengah cangkir dua
kali sehari.
Keesokan paginya terjadilah seperti apa
yang diharapkan, yaitu pembuangan dengan dengan rasa yang lembut, penuh
kelegaan, serta tanpa rasa sakit di perut sedikitpun. Selama beberapa hari
berikutnya, saya memberikannya kepada dua orang teman yang sedang mengalami
kesulitan yang sama dengan obat ajaib tersebut.
Sehari sebelum kepindahan pasukan kami ke
arah timur, tuan rumah ditempat saya tinggal, bergegas masuk kamar saya dengan
eskspresi penuh ketakutan serta pengharapan akan pertolongan saya. Beberapa
serdadu
Sebagai balas budi kepada saya, maka saya
memintanya untuk mengungkapkan ramuan serta nama dari obat ajaib tersebut.
Kegembiraan dari orang yang mulutnya terbiasa ketat, karena sapinya terlepas
dari ancaman tadi, membuat mulutnya menjadi kendor. Diung-kapkannya rahasia
bahwa minuman tersebut berasal dari obat rumahan orang Rusia, yang biasa
dinamakan Jamur Ajaib atau Jamur
Disebabkan oleh rasa terima kasih karena
pertolongan saya kepadanya, maka keesokan harinya sewaktu saya akan berangkat,
ahli obat tersebut memberikan botol berleher besar yang berisi zat berbentuk
semacam lendir kental agak kenyal. Ini adalah bibit jamur tersebut yang
kemudian hari saya proses sebagai "obat ajaib" yang saya sukai dan sering saya
minum.
Ceritera tersebut yang ditulis oleh Dr.
Waldeck dalam laporannya yang bisa saya tambahi komentar sebagai berikut: teh,
gula serta jamur Kombucha adalah unsur yang dibutuhkan untuk membuat minuman
Kombucha yang sangat dihargai didalam lingkungan pengoba-tan tradisional para penduduk. Ahli obat yang saya
ceritakan, telah menambahkan rum dan cognac, walau bagaimanapun sebenarnya
tidak perlu dalam membuat campuran minuman tersebut dan tujuannya hanya untuk
menyesatkan saya. Anda semua sebagai pembaca, akan dengan lebih mudah membuat
minuman daripada Dr. Waldeck saat itu: bahwa anda bisa mendapatkan Jamur
Kombucha yang mana adalah bahan dasar minuman segar, tanpa harus mempertahankan
kepemilikan sapi seperti ahli obat yang di-ceriterakan diatas. Untuk keterangan
selanjutnya bacalah " Kombucha –
Healthy Beverage and Natural Remedy from the
Janganlah seperti ahli obat
Polandia tersebut yang memberlakukan Kombucha sebagai rahasianya sendiri: bila anda
mempunyai pengalaman yang bagus dan menyenangkan, maka seharusnya anda
mempunyai tanggung jawab moral untuk memberi tahu orang lain mengenai ini.
Kombucha Journal terdapat dalam 29 bahasa
:
Pilih Bahsa Anda - Choose your language - Wählen Sie Ihre Sprache - Choisez
votre langue:
[English]
[German]
[French] [Spanish] [Italian] [Dutch] [Norwegian] [Danish] [Swedish] [Portuguese] [Slovakian] [Czech] [Slovene] [Hebrew] [Iranian] [Esperanto] [Croatian] [Finnish] [Romanian] [Hungarian] [Greek] [Indonesian] [Bulgarian] [Ukrainian] [Korean] [Polish] [Russian] [Chinese] [Arabic]
Günther W. Frank
Genossensch.-Str. 10
75217 Birkenfeld im Schwarzwald, Germany
© Copyright Günther W. Frank 1996. Permission is
granted to freely copy this document in electronic form, or in print if the
publication is distributed without charge, provided it is copied in its
entirety without modification and appropriate credits are included. On the WWW,
however, you must link here rather than copy it. Any other use requires
explicit permission by the author.
|
Kembali ke Halaman Utama
Bahasa Indonesia |
||
|
Kembali ke Halaman Utama
Bahasa Inggeris |
||
|
Kembali ke halaman Utama multibahasa |
| |
|
Worldwide Delivery by amazon.co.uk: Order Günther Frank's book Kombucha - Healthy Beverage and Natural Remedy from the Far East Today!
|
||
|
Günther W. Frank frank@kombu.de | ||
| URL of this article www.kombu.de/indones2.htm |
Impressum